Senin, 02 Januari 2012

About Actuary (Aktuaria)


What is an Actuary?
Actuaries apply Financial and Statistical theories to solve real business problems. These Business problems typically involve analysing future financial events, especially when the amount of a future payment, or the timing of when it is paid, is uncertain.

A lot of Actuaries work might be thought of a "risk Management", assessing how likely an event may be and the costs associated with it.

In General, the areas in which actuaries operate are : consultancy, assurance, pensions, and investement. Actuaries are also increasingly moving into other fields, where their analytical skills can be employed.
Area of Practice

•  Life Insurance
•  General Insurance
•  Healthcare
•  Pension
•  Employee Benefits
•  Social Policy
•  Finance, Investment and Risk Management

The Actuarial Profession in Indonesia

Acturial qualification is acquired from Persatuan Aktuaris Indonesia or The Society of Actuaries of Indonesia (PAI) after a person passes all ten exams conducted by the PAI.
Actuaries in Indonesia usually have an educational background in subjects like mathematics and/or statistic. There are also few actuaries with other educational disciplines background.
Most Actuaries in Indonesia work for life insurance, while others work for pensions, consultancy, and lately, investement


Ujian Profesional Aktuaria terdiri dari sepuluh (10) modul sebagai berikut:

Untuk Tingkat Associate:
A-10 : Matematika Keuangan
A-20 : Probabilitas dan Statistik
A-30 : Ekonomi
A-40 : Akuntansi
A-50 : Metode Statistik
A-60 : Matematika Aktuaria
A-70 : Teori Resiko
A-80 : Pendidikan Profesionalisme
Untuk Tingkat Fellow:
F-10 : Asset Managemen dan Investasi
F-20 : Managemen Aktuaria
F-31 : Aspek Aktuaria Dalam Asuransi Jiwa atau
F-32 : Aspek Aktuaria Dalam Dana Pensiun atau
F-33 : Aspek Aktuaria Dalam Asuransi Umum atau
F-34 : Aspek Aktuaria Dalam Asuransi Kesehatan

Jumat, 26 November 2010

"Semakin Lama Ku Rasa"



Mencintai mu..
hal yang terindah dalam hidup ku
sesuatu yang ku damba dalam hidup ku
tapi, ada yang tak mungkin karena kau layaknya bayangan
dan, satu hal yang takan pernah
bila ku memaksa batin ku utk lupakan semua
walau tertatih..
aku takan bisa..
karena.. semakin lama ku rasa
semakin cinta..
          ada sisi lain dalam jiwa
          semakin lama ku rasa
          semua ini semakin tak nyata
          ini bagai mimpi yang menunggu untuk terbangunkan
          tak ada yang mengerti..
          dan ku merasa semakin sendiri
          hingga bernafas pun seaakan tak berarti
          bagaikan rumput kecil
          yang tumbuh di gurun pasir yang tandus
          hanya cinta lah yang bisa memberi kedamaian jiwa
          yang entah mengapa hanya dapat ku temukan pada senyum mu
Bintang..
seandainya kau mengerti, mencintai mu bagaikan menggemgam sebuah es
yang pada awalnya akan berwujud dan indah
 namun setelahnya akan mencair dan tak berarti
bagaikan membunuh diri sendiri untuk tetap setia bernafas
walaupun yang ku jalani takan pernah jadi milik ku
harus kau tahu..
semakin lama ku rasa
 semua ini akan memberhentikan detak jantung ku
 bagaimana tidak ??
 kekasih yang ku sayangi
setiap detiknya dimiliki oleh yang bukan aku
andai kau tau rasanya..
semakin lama kurasa
semua ini akan membunuh ku !!

Kamis, 25 November 2010

" Keberlanjutan Jakarta sebagai ibu kota negara "

hasil seminar nasional lingkungan yang bertempat di Universitas Indonesia @ Auditorium pusat studi jepang. Depok, 24 november 2010.

memberikan opsi-opsi :
1. memindahkan pusat pemerintahan
2. memindahkan pusat perekonomian
3. memindahkan pusat bisnis/industri

Solusi yang di tawarkan :
1. pindahkan seluruh pusat pemerinyahan nasional
2. pendistribusian perekonomian dan penduduk sehingga tidak di dominasi oleh pilau jawa ( jakarta ) yang    sudah mencapai angka 60% dari keseluruhan jumlah penduduk di Indonesia
3. penataan kembali tata ruang jakarta
4.pemindahan pelabuhan ekspor impor

* namun segalanya mempunyai konsekuensi masing2, maka untuk mengambil langkah lebih jauh di oerlukan kajian ilmiah yang lebih mendalam agar tidak terjadi kesalahan lagi dan keputusan juga kebijakan harus memiliki dasar yang kuat tidak hanya berdasarkan kepentingan pribadi atau golongan diatas kepentingan bersama, Indonesia milik kita maka harus kita yang menjaga dan melestarikan semua elemen yang ada pada tubuh republik tercinta ini.

                                                                                                           ~Marzeilla Anindya Putri-FISIP UI~